Pengertian Java GUI




Java GUI mendukung pembangunan melalui Abstract Windowing Toolkit, atau AWT. AWT adalah Java yang setara dengan Microsoft Windows Common Control Library atau Motif widget toolkit. Ini termasuk pendukung untuk pemrograman grafik sederhana serta sejumlah komponen seperti tombol, menu, daftar, dan kelas check box.

Tiga langkah yang umum untuk semua aplikasi Java GUI adalah:

1. Pembentukan Container
2. Tata letak komponen GUI
3. Penanganan event.

JAVA GUI HISTORY

AWT vs. Swing/JFC

o AWT
* Abstract Window Toolkit
* AWT memberikan beberapa komponen yang sederhana, tidak sebanyak Swing
* Memiliki beberapa masalah dalam pengimplementasiannya awal tahun 1996
* AWT menggambar/membuat interface dengan menggunakan “native peers” à pembuatan tombol AWT membuat hubungan yang sinkron dengan (Unix, Mac, Win 32) terhadap suatu screen,
* Keuntungan : aplikasi AWT memiliki penampilan yang asli/lugas (bawaan SO)
*
o Swing
* Juga disebut dengan JFC
* Di implementasikan oleh Java à seperti bytecode yang dapat berjalan ke semua platform
* Swing memiliki 10 kali lebih banyak class, dan kemampuan dibanding AWT
* Swing memiliki look-and-feel yang pluggable. Terlihat ketika pembuatan tombol

MATISSE GUI BUILDER

Mattise GUI Builder yang baru mengubah sama sekali konsep perancangan program Java GUI dalam Netbeans. Sebelumnya, untuk merancang sebuah form Java GUI, kita disibukkan dengan pengaturan layout yang rumit. Mulai dari pemilihan layout-manager yang cocok, peletakan dan pengaturan posisi komponen dalam layout, sampai pengaturan berbagai atribut layout.

1. Free Design

Sekarang dengan paradigma baru free design yang diusung oleh Project Matisse, merancang GUI dalam Netbeans menjadi lebih mudah.

Komponen Java (baik AWT, Swing, Beans) benar-benar dapat diletakkan dalam form dengan konsep drag n drop atau pick n plop.

Kita tidak perlu lagi peduli dengan layout dan layout manager. Semua akan diatur secara otomatis oleh GUI Builder

Secara background, GUI Builder akan menerjemahkan semua susunan komponen yang kita letakkan dalam form, dengan memakai layout manager baru, GrupLayout, serta berbagai konstruksi yang ada didalam paket Swing.

Secara otomatis kode program dihasilkan oleh GUI Builder ini.

2. Snapping

Saat kita meletakkan komponen dalam form, GUI Builder secara otomatis akan menampilkan garis bantu (guidelines) secara visual. Yang akan membantu kita dalam menentukan posisi komponen relatif terhadap komponen lainnya ataupun relatif terhadap tepi kontainer.

3. Visual Feedback

GUI Builder akan menampilkan berbagai visual-feedback. Satu yang telah dikemukakan diatas adalah garis bantu yang ditampilkan saat penempatan komponen. Visual feedback lainnya, yang ditampilkan paska peletakan, akan menunjukkan hubungan anchoring (penjangkaran atau posisi absolut) dan chaining (keterkaitan) antar komponen.

1 komentar:

REZA.F.RAFSANJANI mengatakan...

Kita juga punya artikel yang sama dengan pembahasan kalian boleh di cek di sini. http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2317/1/Qt%20for%20Rapid%20Mobile%20Application%20Development.pdf Terima kasih.

Posting Komentar